Edisi sebelumnya

AI Hari Ini: Indonesia dan dunia · 2026-10-26

Dari Prediksi Hujan hingga Penipuan: AI Masuk Sekolah, Kesehatan, dan Lapangan Kerja

Terbit setiap hari pukul 06.00 waktu setempat (Asia/Jakarta)

AI di Indonesia

Berita AI dari Indonesia hari ini datang dari banyak bidang. BMKG menggandeng Weathernews Inc untuk prediksi curah hujan berbasis AI, sementara Airlangga mendorong AI agar menciptakan lapangan kerja baru.

Di dunia pendidikan, madrasah, guru, dan kampus belajar memakai AI dengan bijak. Di sisi lain, pemerintah daerah dan media mengingatkan warga soal penipuan dan penyalahgunaan konten digital.

Di bidang kesehatan, AI dipakai untuk mencari antibiotik dan membahas nutrisi. Warga juga diminta berhati-hati saat bertanya soal kesehatan kepada AI.

Pendidikan dan budaya

Madrasah, guru, dan kampus sama-sama sedang belajar memakai AI. Program GEMA AI, pelatihan Canva AI, dan diskusi pendidikan Islam menunjukkan sekolah mulai membekali pendidiknya. Pesan yang berulang: pakai teknologi dengan bijak dan tetap jaga karakter. Santrivision 2026 juga memasukkan inovasi AI di antara sembilan finalisnya.

Pekerjaan dan masyarakat

Diskominfo SP Kota Cilegon meminta warga bijak memakai AI dan waspada terhadap penyalahgunaan konten digital. Satu artikel lain menjelaskan modus penipuan berbasis AI dan cara menghindarinya. Warga perlu tahu modusnya agar tidak jadi korban.

Kedokteran dan kesehatan

Fakultas Kedokteran Hewan UB mencari potensi antibiotik dari Antartika, dengan bantuan AI untuk menghadapi resistensi. AI juga dibahas dalam manajemen nutrisi di PENSA 2026. Bagi warga yang sering bertanya soal kesehatan kepada AI, ada lima hal yang perlu dicek sebelum percaya jawabannya.

Pemerintah, kebijakan, dan regulasi

Riset dan teknologi

BMKG dan Weathernews Inc mengembangkan teknologi prediksi curah hujan berbasis AI untuk mitigasi bencana. Tujuannya membantu menghadapi bencana.

Yang perlu diperhatikan

AI di seluruh dunia

Pengurangan tenaga kerja dan bidang-bidang kehidupan manusia yang disentuh AI

Sementara AI mendorong angka ketenagakerjaan, teknologi yang sama juga menggerakkan informasi pemilu, saran asmara dan pengasuhan anak, prediksi kanker, serta operasi militer dan farmasi. Raksasa TI dilaporkan telah memangkas hampir 200.000 pekerjaan di seluruh dunia, tetapi skala pemangkasan itu hanyalah sebagian dari perubahan yang sedang terjadi. Hanya 8% orang dewasa Amerika yang memperoleh informasi pemilu dari chatbot AI, dan jika layanan kencan AI besar bangkrut, pasangan para penggunanya akan dihapus. Terlepas dari apakah angkanya besar atau kecil, manusia semakin banyak menerima jawaban dari AI dan menjadikannya dasar untuk keputusan dan hubungan. Hal yang ingin saya sampaikan kepada pembaca dari setengah hari ini adalah pertanyaan sejauh mana kita bisa menyerahkan segalanya kepada AI, dan di mana kita harus menarik batas. Bagian-bagian di bawah ini menunjukkan bagaimana batas tersebut diposisikan secara berbeda di industri dan situasi yang berbeda.

Surat kabar ekonomi India, Livemint, melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan TI besar telah memangkas hampir 200.000 pekerjaan di seluruh dunia akibat transformasi AI. Skala pengurangan tersebut telah melampaui skala satu perusahaan atau satu negara mana pun. Al Jazeera menyoroti bahwa Inggris memimpin dalam PHK terkait AI dan membahas alasannya. Di sektor keuangan, Barclays dilaporkan mengalami PHK akibat AI sekaligus kekhawatiran berlebihan soal pajak bank (Seeking Alpha). Pergerakan serupa terjadi di berbagai industri dan wilayah, seperti TI, Inggris, dan perbankan. Oleh karena itu, AI dan ketenagakerjaan perlu dilihat bukan sebagai keputusan manajemen satu perusahaan, melainkan sebagai fenomena yang umum terjadi di berbagai industri.

Ikhtisar dunia lengkap →

Setiap item tertaut ke sumber aslinya. Analisis regional hanya menggunakan judul berita yang tercantum di halaman ini. Bagian dunia diambil dari AI Highlights kami.