Edisi sebelumnya

AI Hari Ini: Indonesia dan dunia · 2026-10-18

Indonesia Soroti Risiko Deepfake dan Penipuan AI, Dorong Pelatihan serta Aturan

Terbit setiap hari pukul 06.00 waktu setempat (Asia/Jakarta)

AI di Indonesia

Berita AI di Indonesia hari ini banyak membahas risiko AI, terutama deepfake dan penipuan online.

Pemerintah pusat dan daerah mengimbau warga agar bijak memakai AI. Kemkomdigi mengkaji aturan label konten AI, dan Indonesia meminta UNESCO menyusun aturan AI untuk anak.

Pelatihan dan edukasi AI juga berjalan di media, pesantren, sekolah, kampus, dan startup.

Pemerintah, kebijakan, dan regulasi

Indonesia meminta UNESCO menyusun aturan AI dan perangkat digital untuk anak. Kemkomdigi mengkaji aturan label konten AI. Kemendagri membahas teknologi AI untuk bansos tepat sasaran, dan Diskominfo SP Kota Cilegon mengimbau warga bijak memakai AI.

Pekerjaan dan masyarakat

Polsek Muara Ancalong mengimbau warga waspada penipuan online berbasis AI. Pembahasan lain menyoroti deepfake, bukti elektronik, pertanggungjawaban pidana, dan ancaman AI menurut peneliti BRIN.

Pendidikan dan budaya

Kemenag membuka pelatihan AI gratis untuk pendidik pesantren. Mahasiswa UBSI memberi edukasi bahaya AI di SMP N 14 Kota Tegal. Ada juga daftar jurusan kuliah yang diprediksi tetap dibutuhkan di era AI.

Industri dan perusahaan

Telkomsel mencari startup AI untuk NextDev ke-12 dengan batas pendaftaran 9 November. Praktisi humas dan wartawan didorong menguasai AI. DPP PDI Perjuangan menjadikan video AI DPD Jatim percontohan nasional.

Yang perlu diperhatikan

AI di seluruh dunia

Batas antara pekerjaan dan pikiran yang digerakkan oleh AI

Sementara AI digunakan sebagai sarana untuk mengurangi jumlah tenaga kerja, AI juga dibicarakan sebagai alasan untuk merekrut kembali pekerja yang lebih muda. Teknologi yang sama juga digunakan sebagai tempat curhat, dengan para pakar yang menunjukkan keterbatasannya. Dana terus mengalir bahkan di tengah suku bunga tinggi, dan pasokannya tampaknya tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Sekilas, prakiraan permintaan kantor CBRE dan laporan tentang pelaut yang berkonsultasi dengan AI tampak seperti dua cerita yang terpisah. Namun, keduanya menggambarkan posisi manusia yang ditata ulang oleh AI. Yang ingin saya cari tahu dalam setengah hari ini adalah apa yang tersisa sebagai dasar pengambilan keputusan ketika kita melihat manfaat dan keterbatasan penerapan dalam situasi yang sama.

CBRE memperkirakan bahwa pertumbuhan permintaan kantor di kawasan Asia-Pasifik akan melambat akibat dampak PHK yang dipicu AI (Startup Fortune). Jika jumlah orang yang bekerja berkurang, prospek kebutuhan luas lantai juga akan menurun. Perubahan dalam ketenagakerjaan mulai meluas melampaui perekrutan dan upah hingga mencakup perencanaan properti. Entrepreneur melaporkan bahwa AI sudah menjadi faktor terbesar dalam PHK. Perampingan karyawan telah bergeser dari efek samping penerapan menjadi alasan utama PHK.

Ikhtisar dunia lengkap →

Setiap item tertaut ke sumber aslinya. Analisis regional hanya menggunakan judul berita yang tercantum di halaman ini. Bagian dunia diambil dari AI Highlights kami.